mutiara dan kerang!

Saat kecil, cangkang kerang membuka dan menutup. saat itu pula butiran pasir akan masuk kedalam cangkang. kerang kecil menangis. Merasa betapa sakit pasir-pasir melukai dan menyesak kecangkangnya. Maka kerang kecil menanggis dan menjerit, “Duh, ibu sakit nian pasir-pasir ini. Perih sekali ibu…..”. Rintihan ini tak pernah berhenti beriring derai air mata yang terus mengalir.

“Sabarlah anakku, kuatlah”, wasiat sang ibu. Tak semua anak kerang bisa melakukan dan terpilih, pasti ada yang tersisih. Waktupun menjawab. Menjadi saksi detik demi detik sakit sianak kerang.
Waktu menyaksikan kesakitan itu pun tak lagi dirasai. Cangkang kerang terus membuka dan menutup. Dengan belas kasih, air mata kerang kecil membungkus pasir-pasir itu agar tak lari. Disimpannya ia dalam cangkang, Dileburnya rasa sakit dalam paduan kesabaran dan keikhlasan.

Di pengujung waktu. Manusia akan mengambil kerang-kerang itu. Seleksi terjadi. Kerang berisi pasir dipisah. Kerang biasa terpilah. Kerang berpasir dipoles mewujud menjadi mutiara. Sementara kerang biasa direbus sebagai menu makanan. Mutiara dipajang ditempat berkelas. Ditaruh ditempat terhormat. Sementara kerang rebus dipajang dipinggir jalan.

Ditaruh digerobak usang………hidup ini adalah suatu pilihan dan aq ingin seperti “mutiara” itu. Tak terbilang sakit yang aq rasai, Tak terhitung getir yang mencabik hati. Tak tertakar peluh bercucur, Duka datang dan pergi dari kehidupanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s