teman hidupku

 

“Kamu mengetik di komputer namun aku selalu mengacaukan program di PC-mu dan akhirnya menangis di depan monitor, kamu memberikan jari-2 mu supaya bisa membantuku dan memperbaiki programnya.”


“aku selalu lupa membawa kunci rumah ketika keluar rumah, dan kamu memberikan kakimu supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukku ketika pulang.”

“Kamu selalu pegal-2 pada waktu pulang kerja setiap harinya, dan aku memberikan tanganku untuk memijat kakimu yang pegal.”

“aku senang diam di rumah, dan kamu selalu kuatir aku akan menjadi ’aneh’. Dan membelikan sesuatu yang dapat menghiburku di rumah atau meminjamkan lidahmu untuk menceritakan hal-hal lucu yang kamu alami.”

“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, aku harus menjaga mataku agar ketika kita tua nanti, aku masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”

“Tanganku akan memegang tanganmu, menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti tampannya wajahmu”.
tidak ada orang yang pernah mencintai ku lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s