Arsip untuk Juni, 2009

03
Jun
09

kisah ibu Prita Mulyasari

RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif
Prita Mulyasari – suaraPembaca



Jakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi.  Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas.  Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600

03
Jun
09

50 KEISTIMEWAAN WANITA (YA ALLAH, DENGAN RAHMAT-MU, KABULKANLAH PERMOHONAN KAMI (WANITA) AGAR DIKARUNIAI KEISTIMEWAAN ITU)

” Sekadar renungan buat insan yang bergelar wanita. Ketahuilah betapa istimewanya menjadi wanita. Betapa bertuahnya menjadi wanita. Bersyukurlah
kerana menjadi wanita. Bacalah risalah ini dengan niat untuk diamalkan dan
sampaikan kepada mereka yang lain. Insya Allah.”

1. Doa wanita lebih maqbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih
kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah s.a.w. akan hal
tersebut, jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang
yang penyayang tidak akan sia-sia.”

2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 orang lelaki
yang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.

5. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama
orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang
takutkan Allah s.w.t. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah)
lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah.
Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa
yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail
a.s.

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan
kifarat (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari
pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah
Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah
dari segala dosa.”; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan
mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa’ala
mengangkatnya ke atas darjat, seperti darjatnya 40 orang mati syahid,
apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku
(Rasulullah s.a.w.) di dalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan
atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ehsan
dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa
serta bertanggung jawab, maka baginya adala syurga.

10. Daripada Aisyah r.ha. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada
anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka merekaakan
menjadi penghalang baginya daripada api neraka.”

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah
panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu
neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang
dia kehendaki dengan tidak dihisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di
udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya
selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya (serta menjaga
sembahyang dan puasanya).

15. Aisyah r.ha. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w. siapakah
yang lebih besar haknya terhadap wanita ?” Jawab baginda, “Suaminya” “Siapa
pula berhak terhadap lelaki ?” Jawab Rasulullah s.a.w. “Ibunya”.

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib
sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya,
maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah
s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya(10,000
tahun).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka
beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t. mencatatkan baginya
setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80
rakaat solat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah
s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah
s.w.t.

23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan
setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada
dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan
dikira sebagai mati syahid.

26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu
badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang
diberikannya.

27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), maka
malaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib
baginya.

28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah
akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana
menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang
hamba.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang
sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan
hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah
mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu
kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari sang suria akan meminta
keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu darjat untuknya.

32. Seorang wanita yang solehah lebih baik daripada seribu orang lelaki yang
tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka
ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya lapan pintu
syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan
mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau merenung
ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan
padanya,memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya kerana
mencari keredhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah
ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap renungannya pada suaminya
sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah
kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat
itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan
malamnya menggembirakan suaminya.

35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat
isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.

36. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun
solat.

37. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam
keadaan letih akan medapat pahala jihad.

38. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas
dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

39. Dari Hazrat Muaz : Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya
membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh
api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

40. Thabit Al Banani berkata: Seorang wanita dari Bani Israel yang buta
sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia
menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga
suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka
diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang
buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu
kerana memuliakan dan menghormati suaminya).

41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah s.a.w. keluar mengiringi
jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu
bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?” Jawab mereka,”Tidak” Sabda
Baginda, “Seeloknya kamu sekelian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala
bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami nescaya
pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.

42. Wanita yang memerah susu binatang dengan ‘Bismillah’ akan didoakan oleh
binatang itu dengan doa keberkatan.

43. Wanita yang menguli tepung gandum dengan ‘Bismillah’, Allah akan
berkatkan rezekinya.

44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti
meyapu lantai di Baitullah.

45. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika
membuat roti, Allah akan mebinakan 7 parit diantara dirinya dengan api
neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.”

46. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan
mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan
memadamkan seratus perbuatan jahat.”

47. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang
dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas takhta
di hari akhirat.”

48. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya,
menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah
akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan
memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya
kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya.”

50. Sabda Nabi s.a.w.: “Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan
janggut suaminya, memotong misai dan mengerat kukunya, Allah akan memberi
minum akan dia dari sungai sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul
maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman daripada taman-
taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan
selamatlah ia melintas Titian Shirat.”

03
Jun
09

Buah dari kebaikan (segelas susu)

Suatu hari seorang bocah miskin berjualan dari rumah ke rumah untuk membiayai sekolahnya. Saat itu ia merasa begitu lapar dan haus, tapi ia hanya mempunyai sedikit uang. Anak itu memutuskan untuk meminta makanan dari rumah terdekat. Tetapi, begitu seorang gadis muda membukakan pintu, ia kehilangan keberanian. Akhirnya ia hanya meminta segelas air putihuntuk menawarkan dahaga. Gadis muda itu berpikir pastilah anak ini merasa lapar, maka dibawakannya segelas besar susu untuk anak tersebut. Ia meminumnya perlahan, kemudian bertanya “Berapa saya berhutang kepada Anda?”, “kamu tidak berhutang apapun kepada saya,” jawabnya. “ibuku tidak mengajarkan untuk tidak menerima pembayaran untuk perbuatan baik yang kami lakukan.” Anak itu menjawab, “kalau begitu, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dari lubuh hati saya yang terdalam.” Saat anak kecil yang miskin itu meninggalkan rumah tersebut, dia bukan hanya merasabadannya lebih segar, tetapi keyakinannya kepada Tuhan dan sesama manusia menjadi lebih kuat. Sebelumnya dia merasa putus asa dan hampir menyerah. Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari wanita muda tersebut mengalami sakit parah. Dokter yang menanganinya merasa bingung dan akhirnya mengirim wanita itu ke kota besar untuk mendapatkan pertolongan spesialis. Dr. HWK dipanggul untuk berkonsultasi. Ketika ia mendengar nama kota tempat asal si pasien, ia segera pergi ke kamar tempat wanita tersebut di rawat. Ia langsung mengenali dan memutuskan untuk melakukan hal terbaik yang bisa ia usahakan untuk menolongnya. Sejak hari itu, ia memberikan perhatian khusus pada si pasien wanita tersebut. Setelah melewati perjuangan panjang, akhirnya dokter HWK menyembuhkan penyakit dari si pasien tersebut. Dr.HWK dipanggil oleh pihak administrasi rumah sakit untuk menandatangani biaya yang harus dibayarkan oleh si wanita kepadanya. Ia melihat kuitansi tersebut, dan kemudian menuliskan sesuatu. Kuitansi tersebut lalu dikirim ke kamar perawatan si wanita. Wanita tersebut merasa takut untuk membukanya, karena ia merasa yakin bahwa ia tidak akan mampu membayarnya. Akhirnya dengan menguatkan hati, ia melihat kuitansi tersebut. Sebuah tulisan pada kuitansi menarik perhatiannya : Ia membaca tulisan itu : “TELAH DIBAYAR PENUH DENGAN SEGELAS SUSU”. Tertanda Dr. HWK Air mata mengalir dari matanya saat hatinya yang bahagia mengucapkan doa’ dan rasa syukur : “Terima kasih Allah, kasihMu telah memancar melalui hati dan tangan manusia”. HIKMAH/PESAN BIJAK APA YANG BISA KITA PETIK DAN BISA KITA TERAPKAN DALAM KEHIDUPAN DARI CERITA DIATAS?????




Kategori

Kalender

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Klik tertinggi

  • Tidak ada