Arsip untuk Juli, 2007

22
Jul
07

cerita ttg si kecil

nia

Hmmm mo cerita Ghenia aja ‘kali yah…. Yes, putriku ini bulan depan berumur 1 tahun 9 bulan….. hmmm memang gak berasa yah…. Perasaan baru kemarin deh ngelahirin dia di klinik bersalin AISYIAH pekanbaru (operasi, karena dah 2x induksi gak maju2 buka annya, sementara air ketuban dah mo habis mana ampuuunn sakitnya )

Sekarang lihat deh …..:
- dah bisa ngomong celoteh ngalar ngidull,

- dah bisa sisiran

- dah bisa pake farhum walaupun kemana mana wanginya

- dah bisa joget joget depan tv

- dah bisa minum pake sedotan

- dah sok tahu banget…… (semua mo dilakukan sendiri i.e. sendok nasi, pake baju, etc)

- & dah gak mo pake pampers kalo malem

- Dah suka makan pedes (ini mah keliatan banget yak darah BKTnya??)
Ah .. mendengarmu belajar berbicara serasa mendengar alunan merdu lembut menyejukkan. Ayo nak … Belajar dan belajarlah lagi. Ibu ingin mendengarmu bercerita tentang dunia ini .

18
Jul
07

hari ini

pagi ini kulalui dengan hati yang sedang sedang saja??!?!setelah si kecil minum obat aku bersiap siap untuk pergi keluar rumah…. biasa….melihat kondisi rumah kita ready ato blum.

sampe disana ya ternyata….si mas2 gi ngerjain semua2 biar si empunya rumah bisa cepet pindah. aku pengen bnget sesegera mungkin pindah kerumah kita sendiri …tapi ya itu….kocek untuk segala sesuatu nya ga memungkinkan.mesti berusaha dulu..

kapan lage kalau ga dari sekrang berusaha ambil rumah..kalo menunggu nunggu money terkumpul rasanya gak akan bisa…makanya dengan tekad yg bulat dan dukungan dari yang terdekat serta ridho dari Allah kita jadi akhirnya punya rumah sendiri.

moga aja awal bulan agustus merupakan awal menapaki rumah baru..aminn

seneng kalo bisa memiliki rumah sendiri walopun gak sebesar istana presiden RI…hanya cukup untuk tinggal bertiga beserta cicunguk cicunguk yang ngekor(maksudnya???) ..tapi suenengnya luar biasa…akhirnya bisa mencoba untuk hdiup mandiri tanpa embel2 lage…

ya itulah hidup…memang harus berjuang keras….sia sia rasanya umur dari tahun ke tahun berkurang tapi gak menunjukkan perubahan apa apa dalam segi sgalanya…agama,kualitas hidup,pekerjaan,dan banyak lagi..

smoga apa yang aku tulis disini dikabulkan Allah swt…amiiiinnn

15
Jul
07

teman hidupku

 

“Kamu mengetik di komputer namun aku selalu mengacaukan program di PC-mu dan akhirnya menangis di depan monitor, kamu memberikan jari-2 mu supaya bisa membantuku dan memperbaiki programnya.”

“aku selalu lupa membawa kunci rumah ketika keluar rumah, dan kamu memberikan kakimu supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukku ketika pulang.”

“Kamu selalu pegal-2 pada waktu pulang kerja setiap harinya, dan aku memberikan tanganku untuk memijat kakimu yang pegal.”

“aku senang diam di rumah, dan kamu selalu kuatir aku akan menjadi ’aneh’. Dan membelikan sesuatu yang dapat menghiburku di rumah atau meminjamkan lidahmu untuk menceritakan hal-hal lucu yang kamu alami.”

“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, aku harus menjaga mataku agar ketika kita tua nanti, aku masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”

“Tanganku akan memegang tanganmu, menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti tampannya wajahmu”.
tidak ada orang yang pernah mencintai ku lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

12
Jul
07

suntuuuk

tau deh..pagi ini bawaan bete….deh

11
Jul
07

Ghenia Fadiya Zahra

Anakku ghenia… kamu lahir pd tgl 17 nov 2005 saat kamu mau lahir ibu harus menjalani operasi, krn kondisi yang tidak memungkinkan. berat mu 2,7 dan panjangmu 43 , kamu lahir sudah dgn mata terbuka… kamu adalah perempuan cantik yang ibu dan ayah mengharapkan jika kau besar nanti dapat menjadi orang sukses baik dalam Agama, pendidikan dan kehidupanmu. Anakku Ghenia, jika kau besar nanti pasti kau akan merasakan pahit dan manisnya hidup ini. Tetaplah kau percaya bahwa Allah SWT bersama mu selalu.

Anakku Ghenia, jadilah kau manusia yang berguna bagi keluargamu dan khalayak manusia… bantulah saudara2 mu yang kesusahan. Ringankanlah tanganmu dalam memberi baik itu Ilmu maupun hartamu.

Anakku Ghenia, pesan ibu Janganlah pernah kau lupa asalmu bahwa kau hanyalah makhluk ciptaan Allah SWT; maka sholatlah selagi kau masih mampu bernafas, beramallah selagi kau mampu berharta dan berbuatlah kebajikan seumur hidupmu.

11
Jul
07

ilang kesempatan

waa…ilang kesempatanku… rencana kemaren mo psikotes sekalian wawancara di suatu perusahaan…eee…ga jadi..gara gara na… ga ada yg jaga si kecil karena org rumah pada pergi semua..naseebb…. lagian tempat na jauh amir…ujung kulon…tapi kalau dirasa rasa cari kerja harus dengan semangat dan pengorbanan ya ??!!?!? di diriku yg kurang ya itu,..semangat na…

tapi seperti orang orang bilang…rezeki gak kan lari kemana…tapi kalo ga berusaha…camna lak??!?!?!?

05
Jul
07

ghenia

nia bobo

barusan ghenia tidur…ya..setelah seharian jalan sini jalan sana mengitari rumah, naik turun tangga. anakku satu ini gak ada dlm kamusnya untuk mengenal kata lelah.

setahuku…dia bakal ngerasa capek dan lelah kalau udah waktunya bobok. selama mata masih idup …ya selama itu pula waktunya utk menarik jari jempol seluruh rumah utk ngajak nia jalan keliling rumah.yg paling bertahan untuk temani nia main ya akulah di sebagai ibunya…

lainnya…setelah capek temanin…ya ujung ujungnya nyerahin nia ke pangkuanku lagi dengan suka rela…ehhehehee

semoga anak pertamaku ini bisa menjadi kebanggaan ayah dan ibunya di…

menjadi anak sholeha, pintar, dan menyenangkan buat semua orang yang ada disekelilingnya…amiiin

01
Jul
07

ayah

Hati Seorang Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak wanita yang bertanya kepada
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang
mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan
badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara
batuk-batuknya.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya : “Ayah, mengapa
wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian
hari kian terbungkuk ?” Demikian pertanyaannya, ketika
Ayahnya sedang santai di beranda. Ayahnya menjawab :
“Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita
itu bergumam : “Aku tidak mengerti.” Dengan kerut-kening
karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa
penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak
wanita itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian Ayahnya
mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang
Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, yang membuat anak
wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri
Ibunya lalu bertanya kepada Ibunya : “Ibu, mengapa wajah
Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian
terbungkuk ? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa
ada keluhan dan rasa sakit ?”

Ibunya menjawab : “Anakku, jika seorang Laki-laki yang
benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga itu memang
akan demikian.” Hanya itu jawaban sang Ibu. Anak wanita
itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap
saja penasaran, mengapa wajah Ayahnya yang tadinya tampan
menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi
terbungkuk-bungkuk ? Hingga pada suatu malam, anak wanita
itu bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia
mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali.
Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata
suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa
kepenasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai
pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari
bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk
menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman,
teduh dan terlindungi.”

“Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk
membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan
kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi
seluruh keluarganya.”

“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari
sesuap nasi yang berasal dari tetes keringatnya sendiri
yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar,
walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari
anak-anaknya.”

“Ku-berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat
dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan
kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia
merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena
tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga
perkasanya terkuras demi keluarganya, dan yang selalu dia
ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya
dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya.”

“Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan
membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing
keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap
perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali
menyerangnya.”

“Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha
berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam
kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang
anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya. Padahal
perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan
rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap.
Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan
kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu
anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling
mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk
memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya
tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali
ditentang bahkan dilecehkan oleh anak-anaknya.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk
memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Isteri yang
baik adalah Isteri yang setia terhadap Suaminya, Isteri
yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani, dan
bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun
duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan
menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri,
agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling
melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa
Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya
untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa
hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang
terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-laki
yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya,
senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta
segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi
kelangsungan hidup keluarganya.”

“Ku-berikan kepada Laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai
pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat
dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah
kelebihan yang dimiliki oleh Laki-laki, walaupun
sebenarnya tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari,
berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu
dia hampiri kamar Ayahnya yang sedang berdoa, ketika
Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium
telapak tangan Ayahnya. “Aku mendengar dan merasakan
bebanmu, Ayah.”




Kategori

Kalender

Juli 2007
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Klik tertinggi